ketika cinta itu berujung benci
aku tak pernah menyangka kalau perjalanan hidupku akan dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sempat menjadi pacarku namun akhirnya memusuhiku hanya karna terprovokasi oleh orang ketiga.
Tingkah konyol dan kekanak-kanakan yang sebelumnya ga pernah terbayang akan dilakukan oleh dia. Karena selama aku jalan sama dia sikap dia sungguh amat dewasa dan sabar. Tapi ketika pada akhirnya kami putus sikapnya berubah 180 drajat.
Aku ga pernah nyesel kenal sama dia atau pun pernah jalan sama dia. karena aku berpikir bahwa itu merupakan salah satu bagian kehidupan yang mesti aku jalani. yang aku sesalkan kenapa silaturahmi tidak terjalin lagi semenjak dia memutuskan hubungan. bahkan dia sengaja menghindar.dan yang aku benci adalah ketika aku baca tulisan dia setelah putus bahwa kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah kenal denganku.
brengsek, aku kenal sama dia, dia yang ngajak kenalan, aku jadian juga dia yang ngajak jadian, knapa dengan seenaknya dia bilang seperti itu. dasar pengecut.
Dan alasan-alasan yang dia utarakan mengenai keputusannya untuk mengakhiri hubungan ini sungguh tidak masuk akal dan sengaja dibuat-buat. karena jauh semenjak awal jadian dia sudah membicarakan hal ini.
Kamis, 04 Oktober 2007
Langganan:
Postingan (Atom)